Dinamika menarik terjadi di dalam pemusatan latihan Timnas Prancis menjelang turnamen akbar yang akan datang. Super star Real Madrid, Kylian Mbappe, mengungkapkan bahwa atmosfer di dalam skuad Les Bleus dipengaruhi oleh hasil final Liga Champions baru-baru ini, di mana Paris Saint-Germain berhasil keluar sebagai juara setelah menumbangkan Arsenal.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut penuturan Mbappe, situasi ini menciptakan tantangan tersendiri bagi para pemain senior dalam menjaga keharmonisan tim. Di satu sisi terdapat kelompok pemain asal PSG yang tengah diselimuti kegembiraan besar, sementara di sisi lain ada bek Arsenal, William Saliba, yang harus menerima kenyataan pahit mengalami kekalahan di partai puncak tersebut.
Dari pantauan redaksi, Mbappe mencoba bersikap bijaksana dalam menyikapi situasi sensitif ini di dalam ruang ganti. "Saya segera mengucapkan selamat kepada rekan-rekan setim saya di PSG. Lebih mudah untuk menghibur satu rekan setim (Saliba) yang kalah di Liga Champions daripada lima orang," ujar Mbappe dalam sebuah konferensi pers resmi.
Meskipun mantan klubnya meraih kesuksesan bersejarah, fokus utama penyerang tajam ini kini telah beralih sepenuhnya untuk membela negara. Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Mbappe yang telah mengoleksi 12 gol dari dua edisi Piala Dunia terdahulu, menegaskan bahwa pencapaian kolektif jauh lebih penting daripada memecahkan rekor top skor sepanjang masa milik Miroslav Klose.
Kondisi fisik sang kapten juga dilaporkan berada dalam tingkat kebugaran yang sangat prima untuk memimpin lini serang Les Bleus. Prancis dijadwalkan akan memulai perjuangan mereka di babak grup Piala Dunia dengan menghadapi Senegal, sebelum kemudian berturut-turut melawan Irak dan Norwegia.