Bandar Bola Bandar Bola
/home / internasional / William Saliba Lupakan Kegagalan...
INTERNASIONAL

William Saliba Lupakan Kegagalan Arsenal di Final Champions League

Bek Arsenal William Saliba fokus bersama timnas France setelah final Champions League

Bek Arsenal William Saliba fokus bersama timnas France setelah final Champions League

Bek tengah andalan Arsenal, William Saliba, mengakui bahwa dirinya telah melupakan patah hati akibat kekalahan di final Champions League. Pemain belakang asal France tersebut kini mengalihkan fokus sepenuhnya untuk meraih kejayaan di level internasional. Saliba sejatinya merupakan sosok kunci bagi The Gunners sepanjang perjalanan mereka menuju laga puncak di Budapest, sebelum akhirnya harus menerima kekalahan menyakitkan dari Paris Saint-Germain.

Berdasarkan pengamatan tim redaksi, luka dari kekalahan di Budapest tersebut tampaknya masih membekas bagi para pendukung Arsenal. Namun, Saliba justru memilih untuk langsung menatap masa depan. Arsenal terpaksa mengubur impian mereka untuk mengangkat trofi Eropa pertama setelah takluk 4-3 melalui drama adu penalti melawan PSG. Pemain berusia 25 tahun itu optimistis bahwa skuad asuhan Mikel Arteta akan menggunakan pengalaman berharga ini sebagai motivasi ekstra untuk mengarungi kampanye musim 2026-27.

"Saya sudah melupakannya, saya berharap kami akan kembali lebih kuat tahun depan," ujar Saliba saat memberikan keterangan kepada awak media mengenai tekadnya bersama Arsenal di musim depan.

Kendati Saliba mencoba untuk tidak larut dalam kekecewaan, rekan-rekannya di tim nasional France justru memastikan momen tersebut tetap menjadi topik pembicaraan. Dari pantauan redaksi, dalam skuad Les Bleus saat ini terdapat lima penggawa PSG yang menjadi bagian dari tim juara malam itu. Saliba mengungkapkan bahwa atmosfer di meja makan tim nasional menjadi sangat ramai karena mereka kerap saling menggoda, meski semuanya tetap dalam batasan gurauan yang sehat.

Menurut mantan pemain Marseille ini, dirinya sama sekali tidak ambil hati dengan candaan dari rekan-rekannya dan memilih menanggapinya secara santai. "Bersama lima pemain Paris tersebut, kami terkadang membicarakannya. Kami sedikit saling menggoda di meja makan, itu semua hanya untuk bersenang-senang," tutur Saliba menambahkan.

Berdasarkan penuturannya, godaan dari para jawara Eropa tersebut sama sekali tidak merusak suasana hatinya. Timnas France tetap menjaga kekompakan yang solid saat bersiap menghadapi pertandingan kedua mereka di fase grup. Bek tengah ini menegaskan bahwa transisi yang cepat antara tugas klub dan panggilan negara sangat membantunya untuk mengatasi kekecewaan setelah kalah adu penalti di final Champions League. Bagi Saliba, tidak ada waktu untuk meratapi apa yang sudah terjadi.

"Itu menjadi sedikit lebih mudah mengingat kami harus cepat fokus pada Piala Dunia yang datang tepat setelahnya. Meskipun, tiga atau empat hari pertama memang terasa sangat sulit," kata Saliba menjelaskan proses pemulihan mentalnya.

Menurut agenda turnamen, prioritas utama yang ada di depan mata Saliba saat ini adalah membantu skuad besutan Didier Deschamps menavigasi persaingan di Group I. Timnas France menjadi favorit kuat dalam laga lanjutan yang dijadwalkan pada 22 Juni. Ketangguhan mental Saliba diprediksi akan menjadi aset penting bagi tim untuk membangun momentum kemenangan. Saat ini, France berada di posisi kedua di bawah Norway dengan koleksi tiga poin. Jika France berhasil memenangkan laga melawan Iraq dan Norway meraih hasil serupa, Les Bleus dipastikan melangkah ke babak gugur.

// TOPICS
#william_saliba #arsenal #champions_league #france #paris_saint-germain #piala_dunia
European Football Correspondent

Sarah brings a continental perspective to English football. Having lived in Spain, Germany, and Italy, she understands the tactical nuances that distinguish each league. Now based in London, she covers how Premier League clubs compete on the European stage, with a particular focus on transfers, Champions League analysis, and the global football market.