Klub Liga Inggris Sunderland tampaknya telah mengambil posisi yang sangat tegas mengenai masa depan kapten mereka, Granit Xhaka. Berdasarkan laporan dari BBC Sport, gelandang veteran tersebut diperkirakan akan tetap bertahan di Stadium of Light pada bursa transfer musim panas ini, meskipun ada ketertarikan serius yang datang dari raksasa London, Chelsea.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Situasi transfer ini sempat diperkirakan akan berkembang dengan sangat cepat. Granit Xhaka, yang kini telah menginjak usia 33 tahun, secara realistis sempat tertarik dengan prospek untuk kembali bekerja sama dengan Xabi Alonso di Chelsea, setelah kesuksesan kolaborasi mereka saat menjuarai Bundesliga di Bayer Leverkusen. Chelsea pun langsung menguji keteguhan Sunderland dengan mengajukan tawaran resmi sebesar 8 juta poundsterling.
Menurut informasi dari internal klub, manajemen Sunderland langsung menolak mentah-mentah tawaran perdana tersebut. Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa tim berjuluk Black Cats itu sama sekali tidak berniat untuk membuka negosiasi, bahkan sumber internal Sunderland menegaskan bahwa sang kapten berstatus "tidak dijual" setelah pembicaraan intensif membuahkan komitmen baru dari sang pemain.
Dari pantauan redaksi, Chelsea sendiri kemungkinan besar masih merasa memiliki ruang untuk bermanuver karena sang mantan gelandang Arsenal tersebut dikabarkan tetap membuka peluang menuju Stamford Bridge. Kendati demikian, Sunderland berada di posisi yang jauh lebih kuat karena sang pemain merupakan pilar sentral dari proyek jangka panjang yang sedang mereka bangun untuk bersaing di kompetisi Eropa.
Pengaruh besar Granit Xhaka langsung terasa sejak hari pertama dirinya mendarat di Wearside dari Bayer Leverkusen. Pengalaman bertanding dalam hampir 300 laga bersama Arsenal serta kepemimpinannya sebagai kapten tim nasional Switzerland membawa dampak instan berupa stabilitas, ketajaman, dan kedisiplinan di lini tengah Sunderland.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, performa impresifnya juga tetap terjaga di level internasional, di mana dirinya tampil dalam setiap pertandingan untuk membawa Switzerland melaju hingga babak 16 besar Piala Dunia. Fakta bahwa ia masih terikat kontrak bersama Sunderland hingga tahun 2028 membuktikan bahwa ia bukanlah pemain yang masanya sudah habis, melainkan aset bernilai tinggi.
Keputusan untuk mempertahankan Granit Xhaka dinilai sebagai langkah yang sangat tepat bagi ambisi masa depan Sunderland. Melepas sosok pemimpin sekaligus jenderal lapangan tengah dengan harga murah di saat klub tengah bersiap menyambut kompetisi Eropa dinilai akan merugikan stabilitas tim yang telah terbangun dengan sangat baik.