Mantan manajer legendaris Sunderland, Peter Reid, mengaku kepada GOAL bahwa dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa Black Cats memiliki harapan untuk mengamankan kualifikasi kompetisi Eropa pada akhir musim pertama mereka kembali ke Premier League. Meski demikian, ia kini mendukung penuh tim untuk menemukan lebih banyak "amunisi" baru pada bursa transfer musim panas ini. Manajer Regis Le Bris bersama jajaran direksi klub dilaporkan siap berbelanja kembali setelah berhasil membalikkan prediksi dengan finis di peringkat ketujuh.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan posisi akhir klasemen tersebut, klub sukses memesan tempat untuk kampanye kontinental pertama mereka dalam 53 tahun terakhir. Skuad Sunderland dipastikan akan bersaing di Europa League musim depan bersama klub-klub raksasa Eropa seperti Juventus, AC Milan, Marseille, dan Rennes. Padahal, dari pantauan redaksi, hanya empat tahun lalu setelah sempat tertahan selama empat musim di kasta ketiga sepak bola Inggris, Black Cats baru merayakan promosi dari League One sebelum akhirnya kembali ke kasta tertinggi setelah memenangkan final play-off Championship pada tahun 2025.
Musim kedua di Premier League biasanya akan terasa jauh lebih berat, terlebih dengan adanya tambahan jadwal pertandingan yang padat dari kompetisi Eropa. Menanggapi tantangan besar tersebut, Peter Reid yang pernah membawa Sunderland promosi dua kali serta meraih dua kali finis di peringkat ketujuh antara tahun 1995 dan 2002 memberikan pandangannya saat berbicara di acara lelang bertema Piala Dunia terbesar yang diselenggarakan oleh BUDDS.
Menurut Peter Reid, ketika Sunderland berjuang di babak play-off, banyak pihak yang menilai lawan-lawan mereka seperti Coventry dan Sheffield United bermain lebih baik. "Namun mereka menemukan cara untuk menang. Apa yang saya sukai adalah saat semua orang mengatakan Sunderland akan terdegradasi, proses rekrutmen pemain mereka, termasuk Xhaka, justru tampil sangat luar biasa. Dengan struktur klub dan basis penggemar saat ini, tidak mengejutkan bagi saya jika mereka bisa melangkah lebih jauh lagi," ujar Reid.
Reid juga menambahkan bahwa pada pertandingan terakhir musim tersebut, ia sempat berpikir Sunderland sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menembus zona Eropa. "Saya berada di pertandingan Tottenham menghadapi Everton pada laga pamungkas, dan saya pikir tidak ada doa atau harapan bagi Sunderland untuk lolos ke Eropa. Namun mereka berhasil melakukannya. Saya sangat senang untuk para suporter karena mereka luar biasa. Kredit besar untuk mereka, ini klub sepak bola yang masif dengan sejarah hebat," tutur mantan bos Black Cats tersebut.
Menurut pengamatan tim redaksi, Sunderland kini membutuhkan kedalaman skuad yang lebih baik dalam beberapa minggu mendatang agar mampu membagi fokus antara kompetisi domestik dan kontinental. Reid mengingatkan manajemen untuk tidak terjebak membuang-buang uang pada bursa transfer kali ini. Ia menegaskan bahwa manajemen sepak bola yang sukses selalu bertumpu pada tiga hal krusial, yaitu manajemen pemain, rekrutmen yang tepat, serta mengorbitkan pemain muda dari akademi klub.
Dalam beberapa tahun terakhir, Sunderland dinilai telah melakukan pekerjaan yang sangat baik dalam pengembangan pemain muda. Klub ini memiliki rekam jejak yang bagus dengan melahirkan nama-nama besar seperti Jordan Pickford dan Jordan Henderson yang tumbuh melalui jajaran akademi mereka sendiri. Reid merasa sangat yakin bahwa dengan struktur klub yang kuat saat ini, Sunderland akan terus melangkah dari kekuatan ke kekuatan yang lebih besar di masa depan.