Masa depan gelandang Liverpool, Curtis Jones, tampaknya akan tetap bertahan di Anfield pada bursa transfer musim panas ini. Berdasarkan laporan dari media Italia, Calciomercato, Inter Milan kini mulai mendinginkan ketertarikan mereka setelah enggan memenuhi harga yang diminta oleh kubu Merseyside Merah terhadap pemain berusia 25 tahun tersebut.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut pantauan redaksi, negosiasi antara kedua klub telah mencapai jalan buntu yang cukup signifikan. Liverpool mematok harga sang pemain di angka 34,5 juta poundsterling atau sekitar 40 juta euro, sementara Inter Milan enggan menaikkan tawaran mereka yang mentok di angka 25 juta euro saja.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, Liverpool berada di posisi yang kuat untuk mempertahankan sang pemain karena Curtis Jones masih terikat kontrak hingga Juni 2027. Karakteristik sang gelandang yang fleksibel dan berstatus "homegrown" membuat manajemen klub tidak memiliki alasan kuat untuk menurunkan harga pasarannya.
Meskipun demikian, direktur olahraga Inter Milan, Piero Ausilio, menegaskan bahwa klubnya belum sepenuhnya menyerah dalam perburuan tanda tangan pemain asal Inggris itu. "Kami tertarik pada Januari lalu dan kami masih tertarik sekarang. Kami sudah mencoba dan kami akan mencoba lagi. Jika kami bisa bertemu nanti untuk mengevaluasi, bagus, jika tidak kami akan melakukan hal lain," ujar Ausilio.
Dari pantauan redaksi, keinginan kuat untuk mendatangkan Curtis Jones juga datang dari pelatih kepala baru Inter Milan, Cristian Chivu, yang ingin sang gelandang bergabung sebelum latihan pramusim dimulai. Namun, kendala finansial yang dihadapi raksasa Serie A tersebut menjadi tembok besar yang sulit ditembus.
Di tengah ketidakpastian ini, Arsenal dikabarkan mulai mengintip peluang untuk membajak sang pemain. Menurut laporan dari Daily Mail, manajer Mikel Arteta sedang berburu kedalaman skuad di sektor lini tengah, dan situasi buntu antara Liverpool dan Inter Milan ini bisa menjadi celah bagi klub asal London tersebut untuk bermanuver.