Empat tahun setelah mengalahkan Morocco di Qatar, Prancis kembali bersua dengan lawan yang sama di panggung dunia demi memperebutkan tiket semifinal Piala Dunia 2026. Dari pantauan redaksi, meskipun Les Bleus kini tampil dengan wajah-wajah baru setelah pensiunnya pilar lama seperti Antoine Griezmann dan Olivier Giroud, dominasi mereka tetap tidak tergoyahkan. Pertandingan yang digelar di Gillette Stadium, Boston tersebut berakhir dengan skor identik 2-0 untuk kemenangan Prancis.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jalannya turnamen di Amerika Utara, anak asuh Didier Deschamps memang datang sebagai favorit kuat setelah menyapu bersih fase grup dan menyingkirkan Sweden serta Paraguay di fase gugur. Ketangguhan mental Prancis sempat ditegaskan oleh sang bintang, Kylian Mbappe, sebelum laga ini bergulir. "Mereka mengira kami datang mengenakan tuksedo hanya untuk pamer trik indah. Kami juga tahu cara bermain kotor jika harus bekerja keras demi kemenangan," ujar Mbappe.
Menurut pengamatan tim redaksi di lapangan, perbedaan kelas langsung terlihat sejak peluit pertama dibunyikan ketika pertahanan Morocco langsung digempur habis-habisan. Dominasi Les Bleus membuat skuad asuhan Mohamed Ouahbi kelimpangan, padahal tim berjuluk Atlas Lions tersebut datang dengan modal rekor 34 laga tak terkalahkan.
Kylian Mbappe yang tampil lincah di sisi kiri sempat gagal mengeksekusi penalti pada menit ke-25 setelah tendangannya ditepis Yassine Bounou. Kegagalan tersebut justru membakar semangat Prancis yang terus membombardir gawang Morocco dengan total 13 tembakan di babak pertama, termasuk peluang matang dari Ousmane Dembele, Desire Doue, hingga sepakan Lucas Digne yang membentur mistar gawang.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-60 melalui aksi individu menawan Kylian Mbappe yang melepaskan tendangan melengkung setelah menerima umpan dari Desire Doue. Hanya berselang enam menit, giliran Ousmane Dembele yang menggandakan keunggulan lewat skema transisi cepat dengan sepakan kaki kanan akurat yang gagal dihalau Yassine Bounou.
Berdasarkan statistik akhir pertandingan, Morocco benar-benar dibuat tidak berdaya dengan hanya mencatatkan satu tembakan tepat sasaran dan angka harapan gol (xG) yang sangat rendah sebesar 0,14. Hasil impresif ini mengantar Prancis ke babak semifinal untuk menghadapi tantangan berat dari sesama raksasa Eropa, Spain, yang sebelumnya sukses menyingkirkan Belgium.