Kekecewaan mendalam kembali menyelimuti sepak bola Jerman setelah tim nasional mereka dipastikan tersingkir dari gelaran Piala Dunia 2026. Skuad asuhan Julian Nagelsmann harus mengepak koper lebih awal setelah kalah dalam drama adu penalti melawan Paraguay pada babak 32 besar hari Senin kemarin, memperpanjang tren buruk mereka setelah dua kali tersingkir di fase grup pada edisi sebelumnya.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menanggapi hasil memilukan tersebut, mantan bek tangguh yang membawa Jerman merengkuh trofi Piala Dunia 2014, Mats Hummels, memberikan penilaian yang sangat menohok. Saat berbicara sebagai pundit di saluran MagentaTV, pria berusia 37 tahun itu mengaku sangat terpukul melihat kemunduran drastis yang dialami oleh negaranya.
"Saya jarang sekali merasa terlibat secara emosional seperti hari ini, jadi saya harap ini adalah kata-kata yang tepat. Menurut saya, hanya ada sedikit fase dalam pertandingan di mana kami benar-benar berhasil mendominasi Paraguay atau menciptakan bahaya gol. Sayangnya, ini adalah konsekuensi dari apa yang terjadi selama beberapa tahun terakhir, baik di turnamen besar maupun di antaranya," ujar Mats Hummels.
Berdasarkan pengamatan tim redaksi, permainan Jerman memang tampak monoton dan kesulitan membongkar pertahanan rapat wakil Amerika Selatan tersebut. Hummels menambahkan bahwa situasi ini sangat disayangkan mengingat reputasi besar Jerman yang kini seolah meredup. Menurutnya, kegagalan ini sudah mendekati kata memalukan dan sangat menyakitkan karena saat ini Jerman hampir tidak memiliki peran penting lagi di kancah sepak bola dunia.
Dari pantauan redaksi, kegagalan beruntun ini memicu tuntutan restrukturisasi masif di jajaran petinggi federasi. Hummels menegaskan bahwa kegagalan teranyar ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi dan berteriak meminta adanya tindakan nyata dari pihak-pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan tim nasional.
"Di sisi mereka yang bertanggung jawab, hal ini sangat menuntut adanya konsekuensi, saya tidak bisa menyatakannya dengan cara lain. Kita sudah melewati Euro di rumah sendiri, Nations League di rumah sendiri, dan sekarang Piala Dunia ini. Bagi saya, Euro di rumah sendiri sudah dibicarakan terlalu positif secara berlebihan. Jadi ini harus menjadi topik pembahasan, baik untuk pelatih kepala maupun federasi. Harus ada diskusi. Sepak bola adalah olahraga performa yang terlalu tinggi untuk membiarkan hal ini lewat begitu saja," tegas Hummels.
Selain menuntut pertanggungjawaban dari manajemen dan pelatih kepala, sosok yang memainkan laga terakhirnya untuk Jerman pada tahun 2023 ini juga menyarankan agar beberapa pemain senior mengevaluasi masa depan mereka. Menurutnya, bukan sebuah kebetulan jika Jerman belum pernah lagi mencatatkan turnamen yang kuat sejak Euro 2016, yang berarti sudah genap satu dekade lalu.
Hummels berharap para pemain, terutama yang telah menginjak usia awal 30-an dan berulang kali gagal memberikan hasil terbaik di turnamen mayor, dapat mengambil keputusan bijak demi regenerasi tim. Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa dirinya berharap beberapa pemain akan menyatakan pensiun secara sukarela, serta menuntut pelatih saat ini atau masa depan berani mengambil keputusan-keputusan yang sulit.