Pertandingan sengit terjadi dalam lanjutan fase grup Piala Dunia 2026 yang mempertemukan USMNT melawan Turkiye. Laga ini diwarnai dengan kembalinya sang kapten Christian Pulisic pasca-cedera, performa impresif dari Sebastian Berhalter, serta gol emosional dari Auston Trusty. Namun, gol kemenangan Turkiye di menit-menit akhir babak kedua akhirnya mengekspos celah besar dalam kedalaman skuad lini pertahanan tim asuhan Mauricio Pochettino.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan jalannya pertandingan, Sebastian Berhalter menjadi salah satu pemain yang paling menonjol bagi tim paman Sam. Gelandang tersebut sukses mencetak satu gol dan memberikan satu assist untuk membawa dampak besar di lini tengah. "Bola itu mendadak keluar, dan saya tahu jika saya tetap tenang dan mengayunkan kaki, saya punya kesempatan. Melihat bola itu masuk sungguh luar biasa," ujar Berhalter pasca-pertandingan.
Meskipun menelan kekalahan tipis, Berhalter tetap optimis menatap babak selanjutnya demi menjaga asa juara. "Saya pikir kami telah memberikan semua yang kami miliki, dan kami akan siap untuk babak gugur," tambahnya dengan penuh percaya diri. Berkat penampilan apiknya tersebut, ia diprediksi bakal mendapatkan peran yang jauh lebih penting dalam skema permainan tim ke depan.
Dari pantauan redaksi, atmosfer di stadion Los Angeles mendadak gemuruh saat Christian Pulisic masuk ke lapangan sebagai pemain pengganti. Pulisic langsung menghidupkan lini serang dan membuktikan bahwa cederanya telah pulih total. Kepada media FOX, Pulisic mengatakan, "Sangat menyenangkan bisa kembali bermain dan mendapatkan menit bertanding. Ini akhir yang sulit bagi kami, tetapi pada akhirnya kami memenangkan grup dan harus menatap pekan depan."
Menurut pengamatan tim redaksi, performa buruk justru ditunjukkan oleh sektor pertahanan USMNT yang malam itu tidak diperkuat oleh sejumlah pilar utama. Duet Mark McKenzie dan Miles Robinson dinilai tampil kurang solid dalam mengantisipasi skema serangan balik cepat. Penjaga gawang Matt Turner pun dipaksa bekerja ekstra keras akibat minimnya proteksi dari barisan bek di depannya.
Di kubu lawan, bintang muda Real Madrid, Arda Guler, tampil sebagai pembeda dan menjadi pemain terbaik di lapangan bagi Turkiye. Walaupun Turkiye dipastikan harus pulang lebih awal dari turnamen, Guler sukses menunjukkan magisnya dengan terus menerus mengancam pertahanan USMNT dan mencetak gol kemenangan yang menutup perjalanan negaranya dengan kepala tegak.