Dukungan besar mengalir untuk pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, dalam upayanya membawa skuad The Three Lions meraih kejayaan di pentas Piala Dunia. Direktur Olahraga FC Augsburg, Benjamin Weber, menyatakan keyakinannya bahwa mantan bosnya tersebut merupakan sosok yang sangat tepat untuk menangani raksasa sepak bola Eropa tersebut saat ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan wawancara eksklusif dengan Bulinews.com menjelang laga babak 32 besar antara Inggris melawan DR Congo, Weber mengungkapkan bahwa hubungan dekat yang terjalin selama 13 tahun sebagai analis video Tuchel membuatnya sangat memahami kapasitas sang pelatih. Kebersamaan mereka yang sukses di Mainz 05, Borussia Dortmund, Paris Saint-Germain, hingga puncaknya menjuarai Champions League bersama Chelsea, menjadi bukti sahih kualitas taktis pelatih asal Jerman tersebut.
Menurut pengamatan tim redaksi, meski Inggris sempat mengalami kesulitan membongkar pertahanan rapat lawan selama fase grup, Weber menilai karakter turnamen di fase gugur akan jauh lebih menguntungkan taktik Tuchel. Mantan rekan sejawatnya itu memprediksi bahwa laga-laga krusial ke depan akan lebih banyak mengandalkan transisi cepat dan situasi bola mati, sebuah area di mana skuad Inggris saat ini dinilai memiliki kedalaman dan insting yang luar biasa.
"Inggris, dengan Thomas sebagai pelatih kepala, adalah salah satu favorit terbesar menurut opini saya. Saya pikir dia adalah pelatih yang sempurna untuk tim Inggris saat ini," ujar Weber yang kini menjabat sebagai petinggi di FC Augsburg sejak musim panas 2025 lalu.
Dari pantauan redaksi, ikatan emosional yang kuat membuat Weber tidak ragu untuk mengalihkan dukungan sepak bolanya pada turnamen akbar kali ini. Selain mengagumi kemampuan profesional Tuchel, Weber juga sangat menghargai sisi humanis dari pria yang kini dianggapnya sebagai sahabat dekat tersebut, sehingga ia kini mengaku menjadi pendukung dadakan bagi tim Tiga Singat di Piala Dunia.