Dua raksasa Premier League, Liverpool dan Manchester United, tampaknya harus gigit jari dalam perburuan salah satu talenta menyerang paling menjanjikan di Ligue 1. Berdasarkan laporan dari TeamTalk, penyerang andalan Monaco, Maghnes Akliouche, telah menetapkan Paris Saint-Germain sebagai destinasi prioritasnya pada bursa transfer musim panas ini.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Pemain muda berbakat ini menarik perhatian luas dari berbagai klub top Eropa setelah performa gemilangnya yang berhasil memikat hati pelatih Didier Deschamps untuk membawanya ke skuad Piala Dunia. Tim pemantau bakat dari Liverpool, Manchester United, Tottenham Hotspur, hingga Newcastle United dilaporkan telah lama mengamati perkembangannya, namun sang pemain kini telah menentukan sikap.
Menurut informasi dari sumber internal, pihak perantara terus menjalin komunikasi intensif dengan perwakilan Maghnes Akliouche sepanjang jendela transfer dibuka. Tanggapan yang diberikan kepada klub-klub peminat pun sangat konsisten, di mana sang pemain menegaskan hanya ingin pindah ke PSG jika ia benar-benar meninggalkan Monaco musim panas ini.
Dari pantauan redaksi, keputusan sepihak dari sang penyerang langsung mengubah peta persaingan transfer secara signifikan. Padahal, Liverpool dan Manchester United dikabarkan telah menyelesaikan analisis pemantauan yang mendalam dan mengidentifikasi pemain serbabisa ini sebagai sosok ideal untuk memperkuat lini serang mereka musim depan.
Berdasarkan data yang dihimpun, PSG kini sedang mematangkan negosiasi kesepakatan transfer yang diperkirakan bernilai sekitar 60 juta poundsterling. Klub raksasa Prancis tersebut juga sedang membersihkan ruang gaji skuad mereka setelah Goncalo Ramos pindah ke AC Milan dan Lee Kang-in yang selangkah lagi merapat ke Atletico Madrid demi memprioritaskan kedatangan Maghnes Akliouche.
Pengamatan tim redaksi menunjukkan bahwa kegagalan ini tidak serta-merta mencerminkan strategi rekrutmen yang buruk dari Liverpool maupun Manchester United. Klub-klub elite Eropa kini dituntut untuk bergerak cepat mengalihkan fokus mereka ke target alternatif potensial lain daripada membuang waktu mengejar pemain yang hatinya sudah tertambat pada klub rival.