Manajer anyar AC Milan, Ruben Amorim, tidak butuh waktu lama untuk menunjukkan taringnya di San Siro. Berdasarkan laporan resmi klub, raksasa Italia tersebut sukses merampungkan proses transfer penyerang internasional Portugal, Goncalo Ramos, dari klub raksasa Prancis, Paris Saint-Germain.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut data yang dihimpun, manajemen AC Milan bersedia merogoh kocek hingga sekitar 60 juta poundsterling atau setara dengan 70 juta euro untuk mengamankan tanda tangan pemain berusia 25 tahun tersebut. Langkah berani ini sekaligus memecahkan rekor transfer sepanjang sejarah klub, melampaui rekor sebelumnya saat mendatangkan Rafael Leao seharga 42 juta poundsterling dari Lille pada tahun 2019 lalu. Goncalo Ramos dikabarkan telah menandatangani kontrak jangka panjang yang mengikatnya di San Siro hingga tahun 2031.
Dari pantauan redaksi, investasi besar-besaran ini menjadi bukti nyata bahwa jajaran direksi AC Milan memberikan dukungan penuh terhadap visi Ruben Amorim. Mantan taktik Manchester United yang baru saja menandatangani kontrak berdurasi dua tahun bulan lalu itu mengemban misi besar untuk mengembalikan kejayaan juara Eropa tujuh kali tersebut ke puncak tertinggi Serie A setelah mengalami kampanye yang mengecewakan pada musim sebelumnya.
Sebelum berlabuh ke San Siro, Goncalo Ramos mencatatkan performa impresif bersama Paris Saint-Germain dengan torehan 45 gol dari 131 penampilan. Catatan gemilang tersebut turut membantu klub Paris meraih tiga gelar Ligue 1 dan dua trofi Champions League. Ketajaman serta kekuatan fisik yang dimiliki Ramos diharapkan mampu menjadi solusi lini serang Rossoneri yang dinilai tumpul dalam beberapa waktu terakhir.
Menurut pengamatan tim redaksi, kepindahan Ramos ke Italia juga memicu perombakan skuad di kubu Paris Saint-Germain. Di bawah komando Luis Enrique, klub Prancis tersebut dilaporkan tengah mengincar bek RB Leipzig, Yan Diomande, untuk memperkuat lini pertahanan mereka. Langkah ini diambil demi menyegarkan komposisi tim setelah mereka sukses mengamankan gelar Champions League berturut-turut pada musim lalu.