Berdasarkan laporan media Onda Cero, tim nasional Aljazair akhirnya kembali merasakan atmosfer Piala Dunia setelah harus absen selama 12 tahun lamanya. Perjalanan skuad berjuluk Les Fennecs ini di panggung global sendiri memiliki sejarah panjang yang penuh warna, termasuk memori kelam pada Piala Dunia 1982 di Spanyol yang melahirkan regulasi baru FIFA terkait laga serentak fase grup.
Setelah penantian panjang sejak penampilan terakhir mereka, Aljazair sukses mengamankan tiket ke Amerika Serikat usai tampil gemilang dan mendominasi babak kualifikasi grup. Mengutip laporan tersebut, estafet kepelatihan kini dipegang oleh Vladimir Petkovic sejak 2025 yang berhasil membenahi performa tim setelah sempat mengalami awal kepemimpinan yang kurang meyakinkan.
RELATED STORIES
Berlangganan Berita Bola & Basket Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Jerman, NBA & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar olahraga!
SUBSCRIBEDi dalam skuad, nama penyerang veteran Riyad Mahrez kembali menjadi figur sentral sekaligus kapten yang memimpin rekan-rekannya di usia 34 tahun. Selain Mahrez, lini serang Aljazair juga sangat bergantung pada ketajaman Mohamed Amoura serta kreativitas Ismael Bennacer di lini tengah untuk mengimbangi permainan lawan.
Dalam hal taktik, Vladimir Petkovic kerap meracik strategi dengan formasi 4-2-3-1 atau 4-3-3 yang mengandalkan kecepatan transisi serta eksploitasi di sektor sayap. Kendati demikian, tantangan terbesar bagi Aljazair di turnamen akbar ini adalah menjaga konsistensi permainan agar terhindar dari inkonsistensi yang kerap menjadi kendala mereka.
Sebagaimana diwartakan oleh media Spanyol tersebut, Aljazair memasang target realistis untuk bisa lolos dari fase grup dengan mengamankan kemenangan atas pesaing seperti Jordania dan Austria. Pertemuan melawan tim kuat seperti Argentina juga akan menjadi ujian tersendiri bagi lini pertahanan skuad asuhan Petkovic untuk mencuri hasil positif.