Masa depan penyerang Marseille, Mason Greenwood, kini tengah menjadi komoditas panas di bursa transfer Liga Italia Serie A. Menurut laporan terbaru dari Goal.com, raksasa Turin, Juventus, secara agresif telah masuk dalam perburuan untuk mengamankan tanda tangan pemain berusia 24 tahun tersebut. Langkah mengejutkan dari Juventus ini dipastikan bakal memanaskan persaingan dengan sang rival domestik, Roma, yang sudah lebih dulu melakukan pendekatan.
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Berdasarkan informasi yang dihimpun dari calciomercato, tim rekrutmen Juventus terus memantau situasi setelah proses negosiasi antara Roma dan Marseille dikabarkan berjalan di tempat. Pihak Marseille tetap kokoh pada pendirian mereka dengan mematok harga transfer sebesar 50 juta euro ditambah sejumlah bonus, nilai yang sejauh ini belum mampu dipenuhi oleh kubu Giallorossi.
Dari pantauan redaksi, Roma tidak tinggal diam mendapati target utama mereka digoda oleh Juventus. Manajemen Roma disebut-sebut tengah menyiapkan tawaran masif baru demi memuaskan keinginan sang manajer, Gian Piero Gasperini, yang menganggap mantan pemain Manchester United itu sebagai pilar krusial untuk taktiknya musim depan. Roma sendiri sebenarnya sudah mengantongi kesepakatan verbal secara pribadi dengan pihak Mason Greenwood.
Menurut analisis situasi di internal klub, upaya Roma untuk mendanai transfer Mason Greenwood ini juga sangat bergantung pada efek domino penjualan gelandang mereka, Manu Kone. Roma berencana melepas pemain Prancis tersebut ke klub Premier League seperti Arsenal atau Chelsea guna menambah anggaran belanja. Namun, situasi sedikit rumit karena sang gelandang dikabarkan lebih memilih hengkang ke Paris Saint-Germain.
Dari pengamatan tim redaksi di tempat lain, klub raksasa Turki, Fenerbahce, yang sebelumnya santer dikabarkan ikut memburu Mason Greenwood dengan iming-iming gaji 12 juta euro per musim, kini justru menarik diri. Mundurnya klub tersebut dipicu oleh hasil pemilihan presiden baru klub, di mana Aziz Yildirim yang keluar sebagai pemenang enggan memenuhi tuntutan finansial selangit tersebut. Alhasil, perburuan kini murni menyisakan duel dua klub besar Serie A.