Sebagaimana diwartakan oleh Tuttomercatoweb, persiapan jelang pekan-pekan awal Serie A memunculkan berbagai sorotan menarik dari pengamat sepak bola Italia, termasuk analisis mendalam dari mantan pemain Stefano De Agostini dalam acara televisi Salite sulla giostra di Stile TV.
Dalam kesempatan tersebut, De Agostini memberikan pandangannya mengenai peta persaingan awal musim serta menyoroti dinamika skuad Napoli yang dinilai menyimpan tantangan tersendiri bagi sang pelatih Massimiliano Allegri.
RELATED STORIES
Berlangganan Berita Bola & Basket Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Jerman, NBA & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar olahraga!
SUBSCRIBEMenurut De Agostini, kehadiran bintang anyar Kevin De Bruyne justru berpotensi menjadi teka-teki taktis yang harus segera dipecahkan oleh ruang ganti Partenopei agar keseimbangan tim tetap terjaga dengan baik di lapangan.
Mengutip laporan media setempat, De Agostini menyatakan, "Napoli akan memiliki masalah tahun ini, dan itu adalah De Bruyne. Jika dia bermain, peran Scott McTominay harus dikorbankan dan orang-orang tidak boleh mengharapkan pemain seperti tahun-tahun sebelumnya karena dia harus melakukan pekerjaan bertahan".
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Massimiliano Allegri memiliki tugas berat untuk meramu strategi tersebut, seraya menyebutkan bahwa cedera yang dialami De Bruyne pada musim lalu secara tidak langsung justru sempat menyelamatkan masalah taktis Napoli.
Selain membahas teka-teki taktik di kubu Napoli, De Agostini juga memberikan perhatian khusus pada performa penyerang Lorenzo Lucca yang dinilainya berada di persimpangan jalan untuk membuktikan kualitas terbaiknya secara konsisten.
Dikutip dari sumber yang sama, ia berujar mengenai sang penyerang, "Lucca harus memutuskan apa yang ingin dia lakukan, apakah akan menjadi pemain penting atau sekadar bertahan hidup, musim lalu bukanlah musim yang baik tetapi pemain ini berkualitas".
Sementara itu, menyoroti penampilan klub promosi Como di bawah naungan gaya bermain racikan pelatih mereka, De Agostini memuji identitas permainan yang diusung meskipun mereka masih memiliki kelemahan mendasar.