Produsen mobil asal China membidik target ambisius dengan memproduksi hingga 1,5 juta unit kendaraan di kawasan Eropa pada tahun 2035 mendatang. Ekspansi masif ini dilakukan melalui pemanfaatan pabrik eksisting yang direkonversi maupun pembangunan fasilitas manufaktur baru dari nol di Benua Biru.
"Ekspansi produsen mobil China di Eropa menunjukkan pergerakan yang sangat cepat, di mana merek seperti BYD dan Leapmotor diproyeksikan mampu memproduksi hingga 90 ribu unit kendaraan di benua ini," tulis laporan media Italia SportMediaset.
RELATED STORIES
Berlangganan Berita Bola & Basket Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Jerman, NBA & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar olahraga!
SUBSCRIBEFenomena ini dinilai mengejutkan mengingat jenama asal Negeri Tirai Bambu tersebut baru benar-benar menancapkan taringnya di pasar Eropa sejak tahun 2022. Dalam kurun waktu kurang dari empat tahun, mereka sukses mengamankan pangsa pasar sekitar 7 persen serta membangun fondasi rantai pasok yang solid.
Target produksi 1,5 juta unit pada 2035 tersebut dinilai hampir setara dengan kapasitas produksi raksasa otomotif lokal Eropa seperti Stellantis. Kondisi ini membuat para pelaku industri otomotif tradisional di Eropa harus memutar otak menghadapi persaingan ketat.
Peluang Sekaligus Tantangan Industri Otomotif Eropa
Kendati demikian, para pengamat menilai fenomena ini tidak sepenuhnya menjadi ancaman buruk bagi ekosistem industri lokal. Eropa didorong untuk cerdas memanfaatkan momentum dengan mewajibkan penggunaan komponen lokal dalam rantai pasok kendaraan rakitan pabrik China tersebut.
Jika regulasi komponen lokal tidak ditegakkan secara ketat, fasilitas produksi di Eropa dikhawatirkan hanya berfungsi sebagai tempat perakitan semata. Situasi tersebut tentu berpotensi memberikan dampak buruk bagi industri komponen pendukung atau indotto di kawasan Eropa.
Kehadiran pabrik-pabrik otomotif asal China di tanah Eropa menuntut para pemangku kepentingan untuk segera mengambil langkah strategis yang cepat dan terukur. Langkah antisipasi ini krusial agar industri otomotif lokal tidak tertinggal terlalu jauh dalam persaingan global.
Alih-alih memandang sebelah mata, para pelaku industri otomotif Eropa disarankan untuk menjalin kolaborasi serta memastikan adanya transfer nilai tambah ekonomi di dalam negeri. Keterlibatan industri penunjang lokal akan menjadi kunci pertahanan agar rantai pasok tetap berdaya saing.