Sebagaimana diwartakan oleh Daily Mail, mantan gelandang Arsenal, Matteo Guendouzi, menjadi pusat perhatian setelah memicu kericuhan massal dalam laga play-off Liga Champions antara Lyon dan Fenerbahce di Stadion Groupama.
Berdasarkan laporan media setempat, ketegangan bermula ketika Guendouzi melontarkan gestur provokatif kepada pendukung tuan rumah saat berjalan menuju terowongan usai Fenerbahce memastikan kemenangan agregat 3-2.
RELATED STORIES
Berlangganan Berita Bola & Basket Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Jerman, NBA & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar olahraga!
SUBSCRIBESituasi semakin memanas ketika pelatih kiper Lyon, Antonio Ferreira, terekam kamera melompat dan mencoba melancarkan serangan fisik berupa tendangan terbang ke arah pemain asal Prancis tersebut.
Kericuhan di area lorong stadion pun tak terhindarkan setelah pemain dan staf dari kedua klub saling dorong serta melayangkan pukulan hingga membuat situasi menjadi sangat kacau.
Mengutip laporan dari L'Equipe, aksi provokatif Guendouzi sebenarnya sudah terlihat sejak sebelum pertandingan dimulai akibat masa lalunya yang pernah memperkuat rival abadi Lyon, yakni Marseille.
Pemain gelandang berusia 27 tahun itu dilaporkan terus-menerus mengejek suporter dan pemain lawan sepanjang jalannya pertandingan hingga puncaknya terjadi perkelahian massal pasca-laga.
Gelandang Lyon, Corentin Tolisso, secara terbuka mengecam tindakan kurang terpuji tersebut dan menegaskan bahwa seorang pemain harus tetap menjaga kerendahan hati setelah meraih kemenangan.
Akibat insiden memalukan tersebut, kedua klub kini terancam mendapatkan sanksi tegas dari UEFA menyusul kericuhan parah yang mencoreng jalannya kompetisi elit Eropa.