Drama internal keluarga pemilik Los Angeles Lakers kembali membara di ranah hukum setelah Jeanie Buss resmi mengajukan petisi ke Pengadilan Superior Los Angeles pada hari Rabu. Melalui kuasa hukumnya, Adam Streisand, Jeanie meminta hakim untuk memblokir pemungutan suara yang dilakukan oleh kelima saudaranya terkait rencana penjualan sisa saham keluarga di waralaba bola basket bergengsi tersebut.
"Petisi tersebut secara tegas menantang legalitas pemungutan suara yang dilakukan, menyebut tindakan para saudara kandungnya sebagai langkah yang deviatif, serta menuding adanya upaya terencana untuk menyingkirkan Jeanie dari posisinya sebagai gubernur tim," tulis laporan media olahraga terkait perseteruan panas ini.
RELATED STORIES
Berlangganan Berita Bola & Basket Terbaru
Dapatkan update pertandingan, hasil skor, transfer pemain, dan analisis Liga Inggris, Spanyol, Jerman, NBA & Internasional langsung di inbox Anda. Konten eksklusif dan gratis untuk penggemar olahraga!
SUBSCRIBEKeluarga besar Buss diketahui masih memegang kepemilikan sebesar 17,8 persen di Los Angeles Lakers melalui sebuah trust yang melibatkan keenam bersaudara, yakni Johnny, Jim, Janie, Joey, Jesse, dan Jeanie. Di antara kelompok tersebut, Joey, Janie, dan Jeanie bertindak sebagai tiga ko-trustee yang memegang kendali administratif atas aset warisan mendiang Dr. Jerry Buss.
Ketegangan ini bermula ketika lima saudara lainnya memutuskan untuk menggunakan klausul tag-along agar dapat ikut serta dalam penjualan saham kepada konsorsium pembeli baru senilai valuasi fantastis mencapai USD 12,5 miliar. Langkah tersebut diprediksi bakal menghasilkan nilai sekitar USD 2,2 miliar bagi total saham keluarga Buss atau setara dengan lebih dari USD 370 juta untuk masing-masing anak.
Perebutan Kekuasaan dan Warisan Jerry Buss di Lakers
Di sisi lain, kubu kelima saudaranya meyakini bahwa mereka telah mengantongi syarat suara yang cukup untuk memaksa penjualan tersebut, yakni empat suara total serta dukungan dari dua pertiga ko-trustee. Namun, kubu Jeanie menilai manuver tersebut melanggar ketentuan hukum trust yang mewajibkan perlindungan terhadap posisinya sebagai penguasa pengendali tim.
Gugatan yang diajukan Jeanie merujuk pada putusan pengadilan tahun 2017 silam ketika dirinya terlibat perebutan kekuasaan melawan Jim dan Johnny. Berdasarkan aturan NBA, seorang gubernur tim diwajibkan memiliki minimal 15 persen kepemilikan saham agar tetap sah memimpin, sehingga penjualan sisa saham ini dinilai dapat mengancam status kepemimpinannya di tubuh Lakers.
Perseteruan berkepanjangan di dalam tubuh keluarga Buss ini seringkali diibaratkan sebagai kisah nyata dari serial drama televisi populer "Succession". Selama bertahun-tahun, Jeanie berhasil mempertahankan posisinya di tampuk pimpinan sementara anggota keluarga lainnya secara perlahan tersingkir, bahkan beberapa di antaranya keluar akibat keputusan langsung dari Jeanie sendiri.
Sebagai wajah dari waralaba yang dibangun oleh ayahnya menjadi salah satu merek olahraga global terbesar, Jeanie tentu enggan melepaskan posisinya saat ini. Di satu sisi, motivasi para saudaranya untuk menjual saham tidak lepas dari nominal fantastis sebesar USD 370 juta yang akan mereka kantongi dari kesepakatan penjualan kepada investor baru.